Sunday, December 16, 2012

Ferrari Berharap Banyak pada Massa di 2013


Getty Images

Jakarta - Kebangkitan Felipe Massa di jelang akhir musim ini diyakini bisa banyak memberi banyak kontribusi buat Ferrari yang menargetkan kembali jadi juara dunia F1 di musim 2013 mendatang.

Massa dapat banyak kritik di awal musim 2012 yang baru saja tuntas lantaran dianggap tak berkontribusi buat Ferrari. Saat Fernando Alonso mampu meraih kemenangan di Sepang dan sempat berada di posisi atas klasemen, driver asal Brasil itu loyo dengan cuma mengumpulkan dua poin dari lima seri perdana.

Namun Massa kemudian bangkit di paruh kedua musim. Di 10 balapan terakhir dia selalu menyumbang angka buat The Prancing Horse. Kontribusinya itu juga berperan membantu Alonso menjaga persaingan dengan Sebastian Vettel, plus memuluskan Ferrari menjadi runner up juara dunia konstruktor.

Meski di musim 2012 telat panas, kebangkitan Massa pada paruh kedua musim diharapkan bakal bertahan hingga awal musim depan.

"Saya tak tahu ke mana Anda pergi di paruh pertama musim. Tapi saya sangat puas Anda bisa melakukan comeback," sahut Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo, pada Massa.

"Maksud saya, kita bisa finis di depan tim besar lain pada klasemen konstruktor. Itu juga akan penting buat musim depan," lanjut Luca di Montezemolo seperti diberitakan Autosport.

Lebih lanjut, Di Montezemolo menekankan kalau Ferrari harus sudah langsung memiliki mobil dengan daya saing tinggi sejak balapan pertama. Reliabilitas Ferrari disebutnya akan jadi langkah awal tim mengembangkan mobil baru.

"Fernando menjalani musim yang luar biasa dan saya menyesal tidak bisa memberinya mobil yang cepat dan juga reliabel. Target di 2013, bukan hanya buat saya tapi juga buat kalian semua, adalah secepatnya memiliki mobil yang bisa memenangi balapan."

"Kita harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa mendapatkannya, tapi tanpa harus kehilangan nilai plus yang sudah ditunjukkan tahun ini, dimulai dengan reliabilitas," papar dia.


Via: Ferrari Berharap Banyak pada Massa di 2013

Sriwijaya FC Tidak Target Juara

Kas Hartadi - Sriwijaya FC (GOAL.com/Hensyi Fitriansyah)
Hensyi Fitriansyah
Sriwijaya FC memastikan tiket ke final Inter Island Cup (IIC). Di laga semi-final di Stadion Manahan, Solo, Minggu (16/12), SFC sukses mengalahkan Arema Indonesia 1-0. Kemenangan itu membawa SFC ke laga puncak menghadapi Persisam.

Meski sudah mencapai final, pelatih Kas Hartadi tetap merendah. Bahkan, dia tak menargetkan SFC juara. Menurutnya, turnamen pramusim ini merupakan ajang evaluasai tim sebelum tampil di kompetisi Indonesia Super League (ISL).

"Kami tidak ada target juara di turnamen ini. Karena itu, saya bersyukur bisa menang di semi-final dan melangkah ke final. Pasalnya, turnamen ini menjadi bahan evaluasi kami sebelum memasuki kompetisi," ujar Kas Hartadi kepada GOAL.com Indonesia.

Dia juga ingin pemain bisa menikmati pertandingan. Dengan demikian, mereka bisa bermain lepas dan lebih rileks.

"Ini merupakan bagian dari uji coba tim. Yang penting, pemain bisa rileks dan bermain enjoy. Kami sesungguhnya beruntung bisa ke final karena kekuatan kedua tim berimbang. Ini terlihat di lapangan," jelasnya.

Menghadapi Arema, satu-satunya gol kemenangan SFC dihasilkan kapten Ponaryo Astaman dari titik penalti. Keunggulan itu bisa dipertahankan meski di paruh terakhir babak kedua, SFC menghadapi tekanan. (gk-51)


Via: Sriwijaya FC Tidak Target Juara

China Rebut Tiga Gelar

Shenzhen - China memperoleh tiga gelar di BWF Superseries Finals 2012 di nomor tunggal putra, tunggal putri dan ganda putri. Sedangkan dua gelar di nomor lainnya direbut Denmark.

Di nomor tunggal putra, Chen Long yang jadi unggulan kedua mengalahkan rekan senegaranya Du Pengyu di final dalam duel straight set dengan skor akhir 21-12 dan 21-13.

Peraih medali emas Olimpiade London, Li Xuerui menggondol predikat terbaik tanpa banyak kerja keras. Sang lawan yang juga kompatriotnya, Wang Shixian mundur di set kedua dalam kedudukan tertinggal 21-19, 15-4.

Satu gelar terakhir dari Negeri Tirai Bambu datang dari nomor ganda putri. Pasangan unggulan empat, Wang Xiaoli/Yu Yang mengalahkan pasangan Denmark Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl juga straight set 21-16, 21-14.

Nomor ganda putra dikuasai oleh Mathias Boe/Carsten Mogensen setelah melewati pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dengan skor akhir 21-17, 21-19 dalam laga selama 34 menit.

Ganda campuran Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen menyumbang gelar terakhir bagi Denmark usai susah payah menundukkan unggulan empat Zhang Nan/Zhao Yunlei tiga set, 17-21, 21-12 dan 21-14.


Via: China Rebut Tiga Gelar

Motivasi Tinggi, Kunci Kemenangan Persisam

Muhammad Roby - Persisam & Firman Utina - Persib (GOAL.com/Guntur Nugroho)
Guntur Nugroho
Kemenangan mengejutkan dari Persisam di semifinal Inter Island Cup (IIC). Dalam laga di Stadion Manahan, Solo, Minggu (16/12), Persisam menaklukkan tim unggulan Persib 2-0. Kemenangan itu meloloskan Persisam yang sesungguhnya tak diperhitungkan ke final turnamen pramusim Indonesia Super League (ISL).

Pelatih Sartono Anwar mengungkapkan kunci keberhasilan Persisam terletak pada motivasi tinggi pemain untuk mengalahkan lawannya. Selain itu, faktor keberuntungan memang menaungi Persisam. Menurutnya di babak pertama, Persisam seharusnya sudah tertinggal dua gol. Persib memiliki beberapa peluang yang bisa membuahkan gol.

"Di babak pertama, kami bermain buruk dan melakukan banyak kesalahan. Persiba seharusnya bisa unggul dua gol. Namun, mereka gagal memanfaatkan peluang," ujar Sartono.

Ditambahkannya, "Sebaliknya, di babak kedua penampilan kami bisa lebih baik, terutama setelah dilakukan dua pergantian pemain. Saya malah tidak menyangka bisa bangkit. Permainan Persib justru menurun di babak itu sehingga kami bisa mencetak gol.

Menurut Sartono, dia memang memotivasi pemain untuk tidak takut. Suntikan motivasi itu yang membangkitkan semangat pemain Persisam. Tak heran bila pemain mudanya tampil dengan semangat tinggi.

"Kenapa harus takut. Bila takut jangan bermain bola. Jangan takut kalah atau salah. Ini membuat pemain pantang menyerah," tandasnya.

Dalam pertandingan itu, gol-gol Persisam diciptakan pemain asing. Diawali oleh gol Aldair Makatindu di menit ke-55. Selanjutnya, Kone Lancing memantapkan keunggulan Persisam di menit ke-75. (gk-51)


Via: Motivasi Tinggi, Kunci Kemenangan Persisam

Saturday, December 15, 2012

Vettel & Schumi Bawa Jerman Juarai Race of Champions


AFP/Pornchai Kittiwongsakul

Bangkok - Turun di ajang Nations Cup dalam kejuaraan Race of Champions, Sebastian Vettel dan Michael Schumacher tidak terbendung. Hasilnya mereka tampil sebagai juara dalam ajang tersebut.

Race of Champions 2012 dihelat di Rajamangala Stadium, Bangkok, dari tanggal 14 Desember hingga 16 Desember. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para pesertanya adalah mereka yang tersohor dalam dunia balap.

Tahun lalu, dalam kejuaraan yang dihelat di Commerzbank-Arena, Frankfurt, Vettel dan Schumi tampil sebagai juara. Capaian tersebut mereka ulangi pada 2012 ini dan membuat Jerman meraih gelar juara untuk keenam kalinya secara berurutan dalam ajang Nations Cup.

"Jelas, kami akan berada lagi di sini (tahun depan, red). Itu harus," ujar Schumi seperti dilansir Planet F1.

"Sejujurnya, tujuh adalah angka keberuntungan saya. Jadi, kami akan berusaha sebisa mungkin!" lanjut legenda balap asal Jerman ini, merujuk pada tekadnya untuk meraih gelar ketujuh secara berurutan untuk negaranya.

Pada babak final, Vettel dan Schumi jadi juara usai mengalahkan tim Prancis, yang diperkuat oleh pasangan Romain Grosjean dan Sebastien Ogier. Schumi lebih dulu mengalahkan Grosjean pada perlombaan pertama, sebelum Vettel menyudahinya dengan mengalahkan Ogier.

Serunya Race of Champions tahun juga ini terlihat pada nama-nama yang ikut serta. Juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, turun berlaga memperkuat tim all-star Spanyol-Denmark. Ia berduet dengan pebalap Denmark, Tom Kristensen.

Turut serta juga adalah mantan pebalap MotoGP, Mick Doohan, yang memperkuat tim Australia bersama pebalap auto racing, Jamie Whinchup.



Via: Vettel & Schumi Bawa Jerman Juarai Race of Champions

Dolly Siregar CEO PSMS LPIS

PSMS Versi Benny Sihotang (GOAL.com/Nina Rialita)
Nina Rialita

LIPUTAN NINA RIALITA DARI MEDAN
PSMS Divisi Utama PT LPIS telah memilih sosok CEO, pascakeputusan FIFA menunda sanksi terhadap sepakbola Indonesia. Figur tersebut adalah Dolly Siregar yang ditentukan melalui rapat pengurus di mess PSMS, Kebun Bunga, Sabtu (15/12).

Dolly bukan orang baru di PSMS. Musim lalu, pria ini menjabat sebagai manajer PSMS IPL juga salah satu ketua klub anggota PSMS.

Setelah penunjukkan ini, langkah pengurus selanjutnya adalah membereskan soal kontrak pemain. Ini juga menjadi hasil rapat pengurus tersebut. Dijadwalkan, sebelum menuju tanda tangan kontrak, PSMS yang ketua umum Benny Sihotang ini akan menyelesaikan dana tanda jadi kepada pemain-pemain lain yang sudah lolos seleksi jauh hari. Pasalnya, baru sembilan pemain yang menerima uang tanda jadi di awal kali pertama pembentukan tim PSMS Divisi Utama LPIS ini, di antaranya Donny Fernando Siregar, Saktiawan Sinaga, Novi Handriawan, Zulkarnain, Rommy Agustiawan, Irwanto, Jecky Pasarella.

Uang tanda jadi atau pengikat tersebut akan kami berikan pada 21 Desember mendatang. Kami memberikan kepada pemain yang belum menerima tanda jadi tersebut, jumlahnya ya sepuluh persen dari kesepakatan negosiasi kontrak. Ini juga diperuntukkan bagi pemain magang, yang akan kami berikan honor yang layak, ujar Benny Sihotang kepada GOAL.com Indonesia usai rapat.

Sedang untuk soal tanda tangan kontrak akan dilakukan setelah pertemuan manajemen dengan CEO PT LPIS, pada akhir Desember.

Dalam pertemuan ini akan dibahas banyak hal seputar kompetisi, termasuk, soal regulasi kontrak. Harapan kami Januari semua kontrak sudah bisa kami berikan ke pemain, lanjutnya.

Dalam pertemuan dengan PT LPIS nantinya, PSMS akan memberangkatkan manajer (Yohana Pardede) bersama ketua panpel ke Jakarta.

Akan ada workshop jelang kompetisi. Di sanalah akan bertemu CEO PT LPIS, pungkas direktur utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan ini. (gk-38)


Via: Dolly Siregar CEO PSMS LPIS

Button Yakin Perez Takkan Rasakan Tekanan


Getty Images/Ker Robertson

Woking - Jenson Button menilai tekanan memang akan didapatkan rekan setim barunya di McLaren, Sergio Perez. Tetapi ia juga yakin Perez punya kemampuan untuk mengatasinya dan unjuk gigi.

Perez masuk ke McLaren untuk menggantikan Lewis Hamilton, sosok yang selama ini amat identik dengan tim itu sekaligus tempat si pebalap Inggris meraih gelar juara dunia 2008.

Fakta tersebut sejatinya sudah bisa menjadi sebuah tekanan buat Perez yang sejauh ini baru mencatatkan tiga podium dalam kariernya di F1.

Tekanan lain bisa lahir dari ucapan pebalap Meksiko itu sendiri, ketika ia mencanangkan dirinya langsung bisa bersaing dalam perebutan gelar juara dunia musim depan.

"Jadi akan ada tekanan lebih, tapi saya pikir ia takkan merasakannya," kata Button di Planet F1.

"Saya pikir sudah ada tekanan besar terhadap Checo (sapaan Perez), terutama dengan segala hal yang telah tertuang di media."

"Kami cuma harus membiarkannya melakukan keahliannya. Ia akan menjalani musim dingin yang penting dan melihat apa yang akan bisa ia lakukan musim depan. Tapi saya pikir ia telah membuktikan kalau ia punya kecepatan dan pemahaman bagus akan mobil balap," nilai Button.




Via: Button Yakin Perez Takkan Rasakan Tekanan